Hallo, izinkan saya berbagi pengalaman tentang endometriosis yang saya alami. Saya perempuan berusia 28 tahun dan mengidap kista endometriosis 4 cm di rahim sebelah kanan. Saya mengetahui penyakit ini sejak 3 bulan yang lalu saat saya konsultasi di dokter kandungan di kota tempat saya tinggal. Pada waktu itu saya mengalami menstruasi yang amat menyakitkan, bahkan saya tidak dapat buang air besar karena teramat sakit, baring sakit berdiri apalagi. Bahkan mau ganti posisi baring aja sakitnya gak tertahankan.
Dengan energi yang terbatas saya mencoba mencari tahu tentang penyakit ini melalui internet. yang saya ketahui, kista yang saya derita disebabkan oleh endometriosis yaitu suatu kelainan sistem imun yang menyebabkan lapisan endometriosis di rahim saya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Saya mengalami gangguan menstruasi sejak 4 bulan setelah menikah, di beberapa sumber menyebutkan ini disebabkan karena perubahan hormon. Namun rasa sakit saat mens ini semakin hebat di tiga bulan terakhir, maka dari itu saya konsultasi ke dokter.
Sayangnya tak banyak yang saya ketahui dari dokter, setelah di lakukan pemeriksaan USG abdominal (dioleskan gel di perut dan ditempelkan alat di atas kulit perut) dan USG transvaginal (dimasukkan alat melalui *maaf vagina) dia hanya memberitahu saya kalau saya memiliki kista endometriosis sebesar 4 cm di rahim sebelah kanan. Dan dia menyarankan saya untuk segera hamil agar kista tersebut dapat hilang seiring berkembangnya sang janin. Duh, kalau soal pengen hamil sih saya emang pengennya cepet hamil, tapi Ya Rabb kok malah dikasih hadiah kista sih? :'( FYI, saya sudah setahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Saya pengen tau banyak dong tentang apa yang saya derita dari Pak Dokternya tapi dari gelagatnya pengen buru buru mengakhiri konsultasi segala pertanyaan saya dijawab dengan singkat namun tak padat. Yasudah, saya pulang dengan membawa resep obat penahan rasa sakit. Akhirnya saya pulang dengan banyak pertanyaan sekaligus rasa sakit yang benar benar sakit dari pinggang ke perut bagian bawah. Saya dibonceng suami naik motor dan mual mual selama diperjalanan, ga enak banget. Kami cari apotik untuk menebus obat dan pulang ke rumah.
Di rumah, sehabis disumpel nasi saya minum obat dan berusaha untuk tidur. Rasa sakitnya memang berkurang. Saya lebih tenang walau demam dan lemas yang saya alami belum juga reda.
Setelah mendapatkan informasi melalui internet (gugling dan ngeyutub) tentang pengobatan kista endometriosis saya menemukan dua pilihan yaitu operasi laparoskopi atau terapi yang membuat saya tidak menstruasi dalam beberapa bulan kedepan, harus minum obat (seperti pil KB yang menekan hormon estrogen). Saya mikir gak berani untuk operasi, karena toh belum tentu bisa sembuh total karena bisa saja masih ada jaringan yang tertinggal dan bisa tumbuh kembali. Biayanya juga gak kecil.
Dan saya tidak memilih keduanya.
Saya hanya mengubah pola hidup dan apa yang saya makan. Dulu saya suka sekali makan junk food dan jajanan yang gak sehat, jajanan mengandung mecin, pewarna, pengawet, gorengan semua dilahap. Gak nyangka hasilnya seperti ini. Suami ngomel lantaran ini pasti ada hubungannya sama kebiasaan jajan saya yang gak sehat itu. Ya bisa jadi. Mau gak mau saya harus musuhan dengan makanan yang enak enak itu.
Saya juga menghidari terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting untuk menghindari stres, karena stress juga awal mula dari berbagai penyakit.
Saya menyadari, belakangan saya suka stres sendiri sampai kepala saya benar benar sakit. Suami juga ngomelin tentang itu, "itulah banyak kali yang dipikirkan, semua mau dipikirin makanya stress kan, jadi sakit kan?" Omelnya dengan logat batak yang kental. Pak suami memang orang batak yang gampang ngomel. Saya tau itu salah satu bentuk kekhawatirannya yang gak bisa diungkapkan dengan manis, tapi saya tau dia perhatian bahkan selama sakit dialah yang masakin makanan saya. Terimakasih Pak suami :* eh kok mah curhat.
Dan ternyata di setiap perempuan itu beresiko mengidap penyakit ini. Hati hati lho, buat teman teman yang tidak sakit supaya hati hati dengan pola makannya ya! Jangan sampe deh ngerasain apa yang saya rasakan. Nyesal dirimu serius. Dan yang ngerasain ada yang ga beres dengan menstruasinya misal sakit yang ga ketulungan saat menstruasi atau pernah pingsan saat menstruasi segera periksakan ke dokter. Lebih cepat diobati lebih baik jangan sampai membesar nantinya.
Oh iya, saya menemukan berbagai macam obat herbal (dan hebatnya di Indonesia negara kita tercinta ini cukup mudah untuk mendapatkannya) yang bisa saya konsumsi tanpa harus takut dengan efek samping yang serius. Saya menemukan banyak sekali referensi. Namun saya menetapkan ke beberapa pilihan. Yaitu jelly gamat (ekstrak teripang laut), bubuk daun sirsak, bubuk jintan hitam, bubuk kunyit putih, bubuk keladitikus, dan sarang semut. Semua rangkaian tersebut adalah pengobatan ampuh memerangi kanker namun juga sangat efektif untuk kista. Omong omong yang telah coba saya konsumsi adalah jelly gamat dan bubuk keladitikus. Satu bulan telah berjalan, ajaib sekali period saya bulan ini tidak merasakan sakit! Karena baru dua bahan saja bisa membuat saya jadi lebih baik, sepertinya saya ingin mencoba semuanya.
Jauhi :
- Kedelai dan olahannya
- Tumbuhan (buah atau sayur) yang mengandung pestisida. Saya sih gatau sayuran saya terkontaminasi pestisida atau gak, saya beli di pasar tradisional yang ga da label organiknya. Tetap saya konsumsi setelah direndam sebentar dengan air dicampur sedikit garam dan cuka dapur. Untuk jaga jaga saja.
- Makanan yang mengandung bahan pengawet dan penyedap
- Makanan yang digoreng dengan minyak banyak dan minyak bekas
- Makanan yang telah di proses seperti nugget, sosis
- Ayam yang dipotong dan di ternak oleh peternak yang menggunakan hormon untuk mempercepat pertumbuhannya, bahkan telurnya jangan dikonsumsi.
- Susu
- Gandum dan olahan
- Makanan dan minuman yang mengandung gas/alkohol/pewarna buatan
- Buah dan sayur yang memicu hormon estrogen
- Kangkung
- Anggur
- Longan/lengkeng
- Durian
- Jamur jamuran
- Cabe rawit
- Makanan berlemak, terlalu asin, terlalu manis
- Daging merah
- Makanan yang terlalu pedas dan terlalu asam
- Kurangi bawang putih
- Makanan laut kolesterol tinggi seperti kerang, kepiting, cumi, telur ikan
- Segala macam jeroan
- Makanan yang di bakar menggunakan api dan arang secara langsung
Silahkan konsumsi :
- Brokoli
- Tomat
- Wortel
- Apel (harus dikupas kulitnya)
- Jagung
- Bayam
- Kentang
- Air putih (sebanyak mungkin, ini akan membantu mengeluarkan racun di tubuhmu)
- Nasi
- Makanan yang di rebus atau di kukus
- Ikan laut segar
Yang saya lakukan dan saya konsumsi sebulan terakhir:
- Pada saat menstruasi terakhir saya minum teh jahe merah pada saat malam hari, ini dipercaya dapat membersihkan menstruasi. pada saat pagi hari saya merasakan sakit pada rahim dan ada sedikit darah berwarna cokelat yang keluar. saya hanya minum sekali, pada saat akhir menstruasi.
- saya minum lebih dari dua liter air dalam sehari saya tidak minum air apapun kecuali air mineral, wau teh sekalipun dalam satu bulan terakhir.
- sarapan pagi dengan nasi merah dan ikan kukus jahe, makan siang dengan nasi merah dengan sayur bayam direbus bersama jagung, cemilan sore dengan dua buah tomat segar dan wortel,makan malam dengan nasi dan ikan kukus lagi. ( sesuaikan dengan makanan apapun di daerahmu, ingat untuk makanan jangan makanan yang sudah dipanaskan, harus yang baru di masak)
- Olah raga di pagi hari sebelum matahari terik
- Tidur lebih cepat dan kurangi stres
Yang paling penting adalah berdoa untuk kesembuhan kita, karena penyakit adalah sebuah cobaan dari Allah Swt. Tak ada yang bisa menyembuhkan, kecuali hanya Dia.
Sekian dulu informasi dari saya, nanti setelah check up ke dokter akan saya share lagi gimana perkembangannya. Tapi saya bersyukur period bulan ini ga da sakit yang menyiksa seperti bulan kemarin. Bahagia akutuh 😂
Semoga bermanfaat yah.. untuk pejuang kista dan endometriosis, semangat!
*Penulis bukan seorang dokter atau orang yang berpengalaman di bidang medis. Hanya mengetahui melalui beberapa sumber, dan pengalaman beberapa orang saja. Apabila ada kekeliruan dalam penulisan mohon untuk di koreksi. Penulis dengan senang hati menerima kritikan yang membangun. 😉